Selasa, 18 November 2025

OPEN HOUSE : Madrasah Model dalam Mengembangkan Fungsi Pendidikan Dasar Berbasis Tri Pendekatan Qurani

Asumsi Dasar

  • Setiap anak memiliki hak untuk bertumbuh dan berkembang secara fitrah alami dengan keunikan individual sesuai dengan misi umum dan khusus bagi setiap individu manusia.
  • Fitrah alami dari identitas kedirian manusia itu dibentuk oleh ruhani dan jasmani dengan ruhani sebagai inti yang menentukan batas dari gerak bertumbuh dan berkembangnya individu mdnusia.
  • Misi fundamental pendidikan adalah memastikan bahwa hak yang dimilki setiap anak untuk bertumbuh dan berkembang tersebut terpenuhi secara optimum.
  • Rabb l-’alamien sebagai awal dan akhir dari seluruh gerak bertumbuh dan berkembang dari individu manusia sesungguhnya telah mempersiapkan  pendekatan yang integratif dan holistik sebagai pedoman bagi manusia

Rukun Fungsional Pendidikan

Diyakini bahwa pendidikan sesungguhnya memiliki 4 rukun (pilar) fungsional yang bersipat integratif, yaitu:

  1. Pendampingan: fungsi fasilitasi dan motivasional dalam pola kemitraan antara guru dan murid
  2. Pembimbingan: fungsi pemanduan dan pengarahan  dalam pola yang lebih instruksional dari guru terhadap murid
  3. Perlindungan: Fungsi Penjagaan, perawatan, atau pengamanan dari seorang guru atas murid dari bahaya atau ancaman yang melemahkan, merusak, bahkan menghancurkan gerak pertumbuhan dan perkembangan fitrah individualnya baik secara ragawi maupun ruhani.
  4. Pengajaran: Fungsi transformasi nilai, pengetahuan, ataupun ketrampilan secara formal, sistematis, dan terstruktur sebagai modal dalam melajukan gerak bertumbuh dan berkembang setiap individu manusia dalam mewujudkan tujuan hakiki dari keberadaan dirinya.

Tri Pendekatan Qur’ani

Terdapat 3 (tiga) pendekatan bagaimana manusia dapat menjalani fungsi fitrah  dari keberadaan dirinya:

  1. Pendekatan tilawah: pembaharuan inti pemikiran dan pengetahuan manusia  yang  membentuk sistem keyakinan.
  2. Pendekatan tazkiyyah: pendisiplinan diri yang mengembalikan manusia  pada kesadaran suci yang menjadi dasar bagaimana gerak bertumbuh dan berkembang  terwujud sebagsimsna semestinya.
  3. Pendekatan ta’lim:  Pengajaran nilai-nilai, pengetahuan, dan ketrampilan secara terstruktur yang mrmungkinkan secara sadar manusia memproyeksikan gerak bertumbuh dan berkembang  dirinya secara optimum berbasis modal sumber daya material maupun imaterial ysng disediakan Rabb l-’alamien di jagat semesta.

 

Model Implementasi Pilar Fungsional Pendidikan dalam Tri Pendekatan Qur’ani

MI Andalan dalam masa 18 tahun secara bertahap mengembangkan model pendidikan dasar  yang ditandai oleh :

  1. Hak tiap individu untuk diperlakukan istimewa.  Seluruh pilar fungsional pendidikan ditegakan secara inten. Setiap kelas diasuh sekurang-kurangnya oleh 2 orang guru yang berperan secara kolegial.
  2. Penguatan peran orang tua dan lingkungan dalam proses pendidikan. Sekolah didesain 5 hari dengan kebijakan presensi harian yang lentur  dan terukur.
  3. Peran orang tua, guru, dan nmurid dalam fungsi pendampingan, pembimbingan, perlindungan, dan pengajaran  secara berkelanjutan dalam suatu model komunikasi buku penghubung yang terus disempurnakan.
  4. Level kelas diposisikan lebih  sebagai gerak perkembangan mental, watak, moralitas, dan karakter yang diidentifikasi sebagai perkembangan dari kemandirian, kepedulian, kerjasama, keberanian, tanggungjawab, dan kepemanduan individu siswa.
  5. Kurikulum pembelajaran dipersiapkan untuk melayani gerak tumbuh kembang fitrah  individu murid dengan memperhatikan kurikulum formal negara, kurikulum model internasional, dan kurikulum lokal Islam berkeunggulan istimewa sebagai basis inti.
  6. Pembelajaran agama fokus kepada penguatan kesadaran moral dan disiplin diri (tazkiyyah) dengan mempertimbangkan aspek kemajemukan sandaran fiqhiyyah dari lingkungan inti  keluarga dan sosial setiap murid.
  7. Proses pendidikan  dalam fungsi pendampingan, pembimbingan, perlindungan, dan pengajaran lebih menekankan pengembangan dan penguatan kekuatan agung alamiah dari tubuh dan akal individu murid. Penggunaan teknologi digital sebagai alat bantu belajar diterapkan secara sangat terbatas dan cermat.

Komitmen

Mewujudkan madrasah model seperti ini berat dan penuh tantangan. Masyarakat sipil terutama masyarakat Islam memiliki peran dan tanggungjawab mulia dalam mewujudkan tujuan suci dari model pendidikan ini. Dalam kebersamaan ini sesungguhnya pertolongan Allah sangatlah dekat.

 

Disampaikan pada Kegiatan Open House hari Sabtu tanggal 01 Februari 2025 oleh Bapak Iir Abdul Haris, M.Ag selaku Konsultan Pendidikan MI Andalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar